Image Property : freepik.com

BANTUL — Kajian Subuh di Masjid Nurul Hidayah Karanggayam pada Selasa (24/02/2026) menghadirkan H. Munawir, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bantul. Ia mengajak jamaah untuk menjadikan prinsip menjadi lebih baik sebagai agenda utama dalam kehidupan seorang muslim.

Dalam tausiyahnya, Munawir juga menekankan pentingnya mengoptimalkan fungsi masjid. Pentingnya fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial yang memberikan manfaat menyeluruh bagi jamaah. Menurutnya, masjid memiliki peran strategis dalam membangun kualitas keimanan sekaligus kepedulian sosial umat.

“Masjid harus memiliki kebermanfaatan secara menyeluruh, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan dan penguatan umat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Munawir mengingatkan bahwa setiap muslim memiliki kewajiban untuk terus memperbaiki diri. Ia menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan akhir kehidupannya. Upaya meningkatkan kualitas diri harus dilakukan secara konsisten menjadi penting.

“Kita tidak tahu kapan umur akan berakhir. Maka perbanyaklah upaya memperbaiki diri agar saat menghadap Allah, semuanya sudah maksimal,” pesannya.

Ia kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW:

“Siapa saja yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia orang yang beruntung. Siapa saja yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia orang yang merugi. Siapa saja yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang celaka.” (HR. Al-Hakim)

Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas diri merupakan tanda keberuntungan seorang muslim, sedangkan stagnasi dan kemunduran menjadi tanda kerugian dan peringatan serius.

Munawir juga mengajak jamaah untuk meneladani Rasulullah SAW sebagai contoh terbaik dalam kehidupan. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan hari kiamat serta banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki tiga karakter utama yang harus diteladani, yaitu ahsanannas (manusia terbaik dalam akhlak dan kasih sayang), ajwadannas (manusia paling dermawan), dan asyja’annas (manusia paling berani dalam kebenaran).

Kajian ditutup dengan hadis riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ketika Rasulullah SAW ditanya tentang amalan yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam surga. Beliau menjawab:

“Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” (HR. Muslim)

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa peningkatan kualitas diri, ketakwaan, dan akhlak mulia merupakan kunci keberhasilan seorang muslim, baik di dunia maupun di akhirat. Jamaah berharap kajian subuh ini terus menjadi sarana memperkuat iman dan mendorong umat untuk senantiasa memperbaiki diri dari waktu ke waktu.

admin

By admin

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *