Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Setiap kita pastinya ingin masuk surga. Kita bersusah payah beribadah, menjalankan apa-apa yang diajarkan oleh agama, tentunya harapan terbesarnya adalah mendapatkan rahmat Allah SWT sehingga kita bisa dimasukkan ke dalam surga.
Untuk bisa masuk surga, Nabi Muhammad SAW telah menyampaikan dalam haditsnya tentang dua hal yang paling banyak memasukkan orang ke surga. Berikut haditsnya:
سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ « تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ
Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” (H.R. At Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Apa bentuk takwa yang sebenarnya?
Sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim oleh Ibnu Katsir, dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata mengenai takwa yang sebenarnya,
لاَ يَتَّقِي العَبْدُ اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ حَتَّى يَخْزُنُ مِنْ لِسَانِهِ
“Tidaklah seseorang disebut bertakwa dengan sebenar-benarnya kepada Allah sampai ia bisa menjaga lisannya.”
Menurut Ibnu Rajab Al Hambali, takwa yang sempurna meliputi: mengerjakan kewajiban, meninggalkan hal yang haram dan syubhat, menjalankan amalan sunnah, serta menjauhi hal yang makruh. Inilah tingkatan takwa yang paling tinggi.
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Takwa dan berakhlak mulia adalah puncak dari keimanan dan penghambaan kepada Allah SWT. Orang yang bertakwa adalah orang yang senantiasa taat kepada Allah SWT, menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhi larangannya.
Dengan takwa, seseorang akan memperoleh derajat yang mulia di sisi Allah SWT, baik di dunia dan akhirat. Dan dengan takwa pula, seorang muslim akan senantiasa mendapatkan pertolongan Allah SWT ketika menghadapi kesulitan di dunia.
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ
Artinya: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Q.S. Ath Thalaq ayat 2-3).
Sementara di akhirat, Allah SWT telah menyediakan surga bagi orang-orang yang bertakwa.
وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Artinya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. Ali Imran: 133).
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah mengartikan taqwa
الْمُتَّقُونَ اتَّقَوْا مَا حُرِّمَ عَلَيْهِمْ ، وَأَدَّوْا مَا افْتُرِضَ عَلَيْهِمْ
“Orang yang bertakwa adalah mereka yang menjauhi hal-hal yang diharamkan dan menunaikan berbagai kewajiban.”
Takwa ini tidak berdiri sendiri, melainkan harus senantiasa diiringi dengan akhlak mulia, sebagaimana pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu:
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Ikutilah kejelekan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapuskan kejelekan tersebut, dan berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Selain takwa, berakhlak mulia juga merupakan hal yang paling banyak memasukkan orang ke surga. Orang yang mempunyai akhlak mulia, berarti ia telah mempunyai iman yang sempurna. Rasulullah SAW bersabda:
أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
Artinya: “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (H.R. Tirmidzi).
Lantas, seperti apakah wujud akhlak yang baik (husnul khuluq) itu? Para ulama salaf telah menafsirkannya melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari:
- Al-Hasan Al-Bashri mengatakan:
حُسْنُ الْخُلُقِ: الْكَرَمُ وَالْبَذْلَةُ وَالِاحْتِمَالُ
“Akhlak yang baik adalah ramah, dermawan, dan bisa menahan amarah.”
- Asy-Sya’bi mendefinisikannya dengan:
الْبَذْلَةُ وَالْعَطِيَّةُ وَالْبِشْرُ الْحَسَنُ
“Bersikap dermawan, suka memberi, dan memberi kegembiraan pada orang lain.”
- Ibnul Mubarok menjabarkan akhlak yang baik sebagai:
هُوَ بَسْطُ الْوَجْهِ، وَبَذْلُ الْمَعْرُوفِ، وَكَفُّ الْأَذَى
“Bermuka manis, gemar melakukan kebaikan, dan menahan diri dari menyakiti orang lain.”
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Takwa dan akhlak mulia ibarat dua sayap burung yang akan menerbangkan seorang mukmin menuju tingkatan tertinggi di surga. Menjaga lisan dari perkataan buruk serta menjaga kehormatan diri adalah tameng dari api neraka, sedangkan ibadah yang ikhlas dan wajah yang selalu tersenyum kepada sesama adalah kunci pembuka pintu surga.
Demikianlah khutbah Jumat pada kesempatan kali ini, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemampuan kepada kita untuk bertakwa dan berakhlak mulia sehingga Allah SWT akan memberikan rahmatnya kepada kita dan kita akan diberikan surga di kehidupan selanjutnya.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
![Pimpinan Cabang Muhammadiyah [PCM] Bantul](https://pcmbantul.id/wp-content/uploads/2023/10/pcm-bantul.png)
