Bantul – Kajian Subuh di Masjid Nurul Hidayah kembali menghadirkan tausiyah yang menggugah kesadaran spiritual jamaah. Pada Selasa (17/03/2026), kajian menghadirkan Ustadz Samsu Mu’in H., S.Pd dari Majelis Tabligh PCM Bantul yang menyampaikan materi tentang bahaya penyakit ukhrowi, yakni penyakit hati yang sering kali tidak disadari oleh manusia.
Kajian tersebut dibawakan dengan gaya santai dan diselingi humor ringan sehingga jamaah tampak nyaman dan antusias menyimak materi yang disampaikan.
Dalam ceramahnya, Ustadz Samsu Mu’in mengawali dengan ilustrasi mengenai dua jenis penyakit, yakni penyakit yang dapat terdeteksi dan penyakit yang tidak terdeteksi. Menurutnya, penyakit yang mudah diketahui biasanya adalah penyakit fisik yang menyerang tubuh manusia.
“Penyakit badan biasanya bisa diketahui sejak awal. Jika tidak dapat disembuhkan oleh medis, maka ketika seseorang meninggal dunia penyakit itu ikut hilang,” ujarnya di hadapan jamaah.
Namun berbeda dengan penyakit ukhrowi. Penyakit ini, kata Ustadz Samsu, sering kali tidak disadari oleh orang yang mengalaminya. Padahal dampaknya jauh lebih berat karena akan dibawa hingga setelah kematian.
Ia menjelaskan bahwa penyakit ukhrowi akan terus mengikuti manusia hingga hari akhir. Pada saat itu seluruh amal perbuatan selama hidup akan dihisab, sementara tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki atau mengobatinya.
“Ketika sudah meninggal, tidak ada lagi obat yang bisa menyembuhkan penyakit ukhrowi tersebut,” jelasnya.
Dalam momentum bulan Ramadan, salah satu penyakit ukhrowi yang sering terjadi tanpa disadari adalah ghibah atau membicarakan keburukan orang lain. Ustadz Samsu mengingatkan bahwa perbuatan ini dapat menghapus pahala amal ibadah yang telah dilakukan.
Menurutnya, pahala dari amal seseorang yang melakukan ghibah bisa berpindah kepada orang yang menjadi bahan pembicaraan.
“Ketika kita mengghibah orang lain, pahala ibadah kita akan diberikan kepada orang yang kita ghibah,” tuturnya.
Sebaliknya, seseorang yang menjadi korban ghibah dianjurkan untuk bersabar dan bahkan bersyukur, karena ia justru memperoleh tambahan pahala dari orang yang membicarakannya.
Lebih lanjut, Ustadz Samsu Mu’in H. mengajak jamaah untuk memperkuat ibadah sebagai upaya menyembuhkan penyakit ukhrowi selama masih hidup di dunia. Ia menyebut beberapa amalan yang dapat dilakukan, seperti memperbanyak shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, bersedekah, serta memperbanyak amal kebaikan lainnya.
“Ketenteraman hati dan rasa syukur akan tumbuh ketika ibadah kita diperkuat,” ujarnya.
Menutup kajian, ia berpesan kepada jamaah agar tetap istiqomah menjaga ibadah yang telah dijalankan selama bulan Ramadan. Ia juga mendorong umat Islam untuk meningkatkan kegiatan tadarus Al-Qur’an secara berjamaah agar semangat ibadah tetap terjaga.
![Pimpinan Cabang Muhammadiyah [PCM] Bantul](https://pcmbantul.id/wp-content/uploads/2023/10/pcm-bantul.png)
