Bantul — Kajian menjelang sholat tarawih di Masjid Nurul Hidayah Karanggayam, Senin (09/03/2026), menghadirkan Ketua Lembaga Dakwah Komunitas PDM Bantul, Ustadz Agus Budiantoro. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan tiga janji Allah SWT bagi umat manusia yang tertuang dalam Al-Qur’an.

Ustadz Agus membuka kajian dengan menegaskan bahwa Allah memberikan tiga janji besar bagi hamba-Nya, yakni bagi orang yang bertakwa, bertawakal, dan bersabar.

Pertama, bagi orang yang bertakwa. Allah menjanjikan akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan serta rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat At-Talaq ayat 2–3.
Allah SWT berfirman:
Wa man yattaqillāha yaj‘al lahū makhrajā, wa yarzuqhu min ḥaitsu lā yaḥtasib.
Artinya: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. At-Talaq: 2–3).

Kedua, bagi orang yang bertawakal kepada Allah setelah berikhtiar secara maksimal. Allah berjanji akan mencukupkan segala kebutuhan hidupnya.
Allah SWT berfirman:
Wa man yatawakkal ‘alallāhi fahuwa ḥasbuh.
Artinya: “Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. At-Talaq: 3).

Ketiga, bagi orang yang bersabar. Allah menjanjikan pahala yang tidak terbatas bagi mereka yang sabar dalam menghadapi ujian, taat kepada perintah-Nya, serta menjauhi larangan-Nya.
Allah SWT berfirman:
Innamā yuwaffaṣ-ṣābirūna ajrahum bighairi ḥisāb.
Artinya: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10).

Ustadz Agus menjelaskan bahwa menjalankan tiga hal tersebut memang tidak mudah. Namun dengan ikhtiar yang kuat dan kesungguhan dalam beribadah, seorang muslim dapat berusaha meraihnya.

Menurutnya, bulan Ramadhan menjadi momentum yang sangat tepat untuk melatih diri agar semakin bertakwa, memperkuat tawakal kepada Allah, serta meningkatkan kesabaran dalam menjalani kehidupan.
Ia juga menegaskan bahwa manusia hanya berkewajiban berikhtiar dan berusaha. Adapun hasil akhirnya tetap menjadi hak prerogatif Allah SWT

Lebih lanjut disampaikan, di tengah masyarakat masih sering muncul ungkapan bahwa hasil tidak jauh dari proses. Namun ia mengingatkan bahwa pemahaman tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan ajaran Al-Qur’an.
“Dalam Islam, manusia memang diperintahkan untuk berikhtiar dengan sungguh-sungguh. Tetapi hasilnya adalah keputusan Allah SWT,” ujarnya.

Untuk menjelaskan hal tersebut, Ustadz Agus membagikan pengalaman pribadinya. Ia pernah mengalami sakit dan mendapatkan informasi dari saudaranya mengenai pengobatan herbal yang dinilai sangat mujarab.

Menurut saudaranya, obat herbal tersebut terbukti ampuh menyembuhkan penyakit yang dideritanya. Namun ketika Ustadz Agus mencoba pengobatan yang sama, penyakit yang ia alami tidak kunjung sembuh.
“Obatnya sama, ikhtiarnya sama, tapi hasilnya berbeda. Di situlah kita memahami bahwa manusia hanya bisa berusaha, sedangkan yang menentukan hasilnya adalah Allah,” jelasnya.

Contoh tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa meskipun ikhtiar manusia bisa sama, hasil yang diperoleh bisa berbeda karena semuanya berada dalam kuasa Allah SWT.

Di akhir kajian, Ustadz Agus mengajak jamaah untuk melakukan refleksi diri agar mampu mengamalkan tiga hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat meraih janji-janji Allah yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an.

admin

By admin

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *