Tetap mengingat Allah dalam kondisi bencana (Foto : AI)

Bantul – Kajian Subuh di Masjid Nurul Hidayah Karanggayam pada Jumat (06/03/2026) menghadirkan Ustadz Izzudien Sobri, S.Tr.Gz., Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bantul sebagai penceramah.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Izzudien menyampaikan tafsir Surah Al-Fajr ayat 21–30. Ayat ini menggambarkan peristiwa dahsyat pada hari kiamat sekaligus menjadi peringatan bagi manusia agar senantiasa mengingat Allah SWT.

Ia menjelaskan bahwa ayat yang menggambarkan bumi diguncangkan berturut-turut merupakan tanda kekuasaan Allah. Hal ini sekaligus peringatan bagi manusia agar tidak terjerumus dalam kebatilan.
“Ketika bumi diguncangkan berturut-turut, itu menjadi pengingat bahwa manusia akan kembali kepada Allah. Jika selama hidup melakukan kebatilan, maka balasannya adalah neraka Jahannam,” jelasnya di hadapan jamaah.
Dalam penjelasannya, ia juga mengaitkan ayat tersebut dengan hadis sahih tentang “orang yang bangkrut” (Al-Muflis) di akhirat.
Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan:
“Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia pernah mencaci orang lain, menuduh tanpa bukti, memakan harta orang lain, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Maka diberikanlah pahala kebaikannya kepada orang-orang yang ia zalimi.” (HR. Muslim).

Ustadz Izzudien menjelaskan, ketika pengadilan di akhirat berlangsung, orang-orang yang pernah dizalimi akan datang menuntut haknya. Pahala kebaikan orang tersebut kemudian diambil satu per satu untuk membayar kezaliman yang pernah ia lakukan.
Apabila pahala kebaikannya habis sementara tuntutan belum selesai, maka dosa orang-orang yang ia zalimi akan ditimpakan kepadanya hingga akhirnya ia dilemparkan ke dalam neraka.
“Ia disebut bangkrut karena datang dengan pahala yang banyak, tetapi akhirnya menanggung dosa orang lain dan masuk ke neraka,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Surah Al-Fajr ayat 27–30 memberikan harapan bagi manusia agar terhindar dari azab neraka, yakni dengan kembali kepada Allah dalam keadaan ridha dan diridhai-Nya.

Allah SWT berfirman:
“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS. Al-Fajr: 27–30).
Menurutnya, umat Nabi Muhammad SAW diharapkan termasuk golongan hamba yang mendapatkan syafaat dan rahmat Allah sehingga dapat masuk ke dalam surga.

Kajian Subuh tersebut ditutup dengan ajakan kepada jamaah untuk terus memperbanyak amal kebaikan sekaligus menjaga diri dari perbuatan yang dapat merugikan orang lain. Dengan demikian, seorang muslim tidak hanya memperbanyak ibadah, tetapi juga menjaga akhlak dan hubungan dengan sesama manusia.

admin

By admin

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *